Kota Banyuwangi: Sejarah Dijuluki Kota Santet

jawa

Pendahuluan

Kota Banyuwangi, sebuah kabupaten yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, Indonesia, memiliki sejarah yang kaya dan beragam. Terkenal dengan keindahan alamnya, Banyuwangi juga sering dijuluki sebagai “Kota Santet“. Julukan ini tentu tidak lepas dari mitos, budaya, dan kepercayaan masyarakat setempat. Artikel ini akan membahas tentang sejarah Banyuwangi, asal-usul julukan tersebut, serta pengaruh budaya yang melatarbelakanginya.

Sejarah Singkat Banyuwangi

Kota Banyuwangi memiliki sejarah yang panjang dan kompleks. Nama “Banyuwangi” diambil dari kata “banyu” yang berarti air dan “wangi” yang berarti harum, sehingga dapat diartikan sebagai “air yang berbau harum”. Kawasan ini awalnya dihuni oleh suku Osing, yang merupakan salah satu suku asli Banyuwangi.

Pada masa kerajaan, Banyuwangi menjadi bagian dari Kerajaan Blambangan. Blambangan dikenal sebagai kerajaan yang memiliki hubungan erat dengan kerajaan-kerajaan besar di Jawa dan Bali. Selama abad ke-18, Banyuwangi jatuh ke tangan Belanda dan menjadi salah satu pusat perdagangan penting. Di Kutip Dari Slot Gacor 2025 Terpercaya.

Munculnya Julukan “Kota Santet”

Julukan “Kota Santet” muncul karena adanya kepercayaan masyarakat tentang praktik ilmu hitam dan santet di daerah ini. Santet adalah istilah dalam bahasa Jawa yang berarti kekuatan gaib yang digunakan untuk menyakiti orang lain atau mencelakai musuh. Kepercayaan terhadap santet sudah ada sejak lama di masyarakat Banyuwangi, dan hal ini seringkali diceritakan dalam berbagai folklore dan tradisi lokal.

Baca Juga: Jembatan Ampera: Simbol Kebanggaan Kota Palembang

Namun, penting untuk dicatat bahwa julukan ini tidak mencerminkan seluruh aspek budaya dan kehidupan masyarakat Banyuwangi. Masyarakat setempat juga memiliki tradisi yang kaya, seperti tari Gandrung, musik tradisional, dan adat istiadat yang diperkuat oleh nilai-nilai gotong royong dan kerukunan.

Budaya dan Tradisi yang Beragam

Di balik julukan “Kota Santet”, Banyuwangi kaya akan budaya dan tradisi yang memikat. Beberapa tradisi yang terkenal antara lain:

  • Tari Gandrung: Tari ini merupakan tarian tradisional yang mencerminkan kebudayaan masyarakat Banyuwangi. Tari Gandrung biasanya dipentaskan dalam acara-acara penting dan melibatkan penari wanita yang anggun.
  • Festival Banyuwangi: Kabupaten ini juga menyelenggarakan berbagai festival budaya yang menarik wisatawan lokal dan mancanegara. Salah satu festival yang terkenal adalah Banyuwangi Ethno Carnival, yang menampilkan keberagaman budaya dan seni daerah.
  • Seni Kuliner: Banyuwangi juga dikenal dengan kuliner khasnya, seperti rawon, sate blengong, dan rujak soto. Makanan-makanan ini sering disajikan dalam acara-acara adat dan perayaan.

Penyebaran Isu Santet di Masyarakat

Isu santet di Banyuwangi tidak hanya berkaitan dengan tradisi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial dan ekonomis. Dalam masyarakat yang masih memegang kuat nilai-nilai tradisional, praktik-praktik mistis sering digunakan sebagai alat untuk menyelesaikan konflik atau persaingan.

Media massa juga berperan dalam menyebarluaskan cerita-cerita tentang santet, yang terkadang mengarah pada stereotip negatif terhadap masyarakat Banyuwangi. Meskipun demikian, banyak masyarakat yang berusaha untuk menjauhkan diri dari stigma tersebut dan lebih menonjolkan nilai positif yang ada di daerah mereka.

Kesimpulan

Banyuwangi adalah daerah yang kaya akan sejarah dan budaya, tetapi sering kali dijuluki “Kota Santet” karena adanya kepercayaan dan praktik tradisional yang mengandung unsur mistis. Meski julukan tersebut dapat memberikan pandangan negatif, penting untuk melihat konteks sosial dan kultural yang lebih luas.

Masyarakat Banyuwangi terus berusaha untuk mempromosikan keindahan alam, tradisi, dan budaya mereka, demi mengenalkan daerah mereka yang sesungguhnya kepada dunia luar. Dengan segala daya tariknya, Banyuwangi tetap menjadi salah satu destinasi yang layak untuk dikunjungi dan dipelajari lebih dalam.